Pengalaman Diklat Prajabatan PLN Di Udiklat Pandaan

Assalamu'alaykum Wr. Wb.


Di hari ke-10 (hari terakhir) program pembinaan fisik dan karakter di Pusdikpassus Kopassus Batujajar, saya merasa sangat lega dan bahagia. Akhirnya tahapan awal dari serangkaian program PLN untuk calon pegawai barunya telah usai. Keluar dari Pusdikpassus ibarat bayi yang baru lahir ke dunia dengan menghirup udara segar. Pasalnya, di tahap pertama ini siswa digembleng habis-habisan fisik dan karakternya. Pasti kebayang dong gimana rasanya dilatih sama prajurit baret merah, salah satu satuan elit yang dimiliki TNI AD Indonesia.

Tahap selanjutnya yaitu pengenalan perusahaan yang kebetulan diangkatan saya dilaksanakan di hotel kinasih Bogor. Tidak ada yang berkesan ditahap ini alias biasa-biasa saja. Selama 4 hari, dari pagi sampai sore, kita cuma duduk manis di dalam ruangan mendengarkan materi-materi pengenalan perusahaan. Tak jarang juga saya tertidur ketika pemateri berbicara karena bosan. Pada tahapan ini dijelaskan mengenai proses bisnis yang ada di PLN secara keseluruhan mulai dari pembangkitan sampai ke penyaluran pelanggan. Di setiap materinya, siswa diwajibkan membuat resume sebanyak satu lembar folio yang kemudian dikumpulkan kesokan harinya. Begitu dan seterusnya seperti itu sampai selesai.


Hari terakhir pun tiba, saat-saat yang paling ditunggu pada waktu itu, yakni ketika pengumuman tempat pembidangan diklat prajabatan. FYI, PLN mempunyai beberapa udiklat yang tersebar dari sabang sampai merauke antara lain udiklat pandaan, udiklat cengkareng, udiklat bogor, udiklat semarang, udiklat bogor dan udiklat makassar. Akhirnya, takdir menghendaki saya pembidangan di udiklat pandaan. Rumornya setiap udiklat punya ciri khasnya masing-masing. Tapi saya mencoba mengosongkan pikiran saya akan hal-hal tersebut, agar nanti punya kesan tersendiri. Okey, saatnya beranjak dari hotel kinasih menuju udiklat pandaan :)

KESAN PERTAMA DI UDIKLAT PANDAAN

Kesokan harinya, dengan kondisi hujan lebat, saya tiba di udiklat pandaan. Tiupan peluit yang cukup kencang diikuti teriakan pelatih seketika mengagetkan saya. Dalam hati saya bergumam,"duh, kayaknya ini bakalan jadi Pusdikpassus versi 2". Setelah turun, dua pelatih berbaju loreng-loreng dan bermuka garang memberi perintah kepada kita untuk membuat barisan. Semua barang bawaan diletakkan di depannya masing-masing kemudian diperiksa. Semua gadget juga harus dikumpulkan selama masa pembelajaran, kecuali weekend (bisa diambil dan minggu malam dikumpulkan lagi). Badan yang capek bercampur rasa kesal menghiasi suasana pemeriksaan barang bawaan saat itu. Nah, saat pemeriksaan ada yang kedapatan membawa rokok. Tidak hanya satu, tetapi 5 orang! Beeeeh, kedua pelatih marah-marah dan langsung memisahkan mereka membentuk barisan baru. Kejadian tersebut menimbulkan kesan pertama yang kurang baik dimata pelatih dan pihak pengajaran udiklat pandaan.

Hari demi hari saya lalui dengan kegiatan yang berulang-ulang. Berikut agenda saya setiap harinya dari mulai bangun tidur sampai mata terpejam.
  1. Bangun tidur 
  2. Sholat subuh berjamaah 
  3. Senam pagi
  4. Bersih diri
  5. Makan pagi
  6. Latihan PBB + Yelyel (baru aja mandi, udah keringetan)
  7. Apel pagi
  8. Pelajaran + ishoma dzuhur + isoma ashar
  9. Oraum sore
  10. Bersih diri
  11. Sholat maghrib berjamaah
  12. Makan malam
  13. Yelyel (lagi dan lagi)/penebusan dosa/rapat internal
  14. Apel malam
  15. Tidur
Thats all... 
Awalnya saya merasa kalau ini lebih mirip hidup dipenjara ketimbang pembidangan diklat prajabatan. Kenapa saya bilang begitu? Semua kegiatan sudah diatur, membuat sedikit kesalahan langsung ditindak, keluar diklat sejengkal saja pun tidak diperbolehkan. Tidak ada hal menarik yang bisa dilakukan. Bisa dibayangkan bagaimana rasanya kan -__-.

Kegiatan yang paling suka disini adalah olahraga. Kenapa? Karena saya sendiri pada dasarnya hobi berolahraga. Ada beberapa olahraga yang bisa dimainkan di udiklat pandaan diantaranya voli, fitness, tenis lapangan, tenis meja dan sepak bola. Olahraga yang paling saya suka adalah sepakbola, tapi justru voli dan tenis meja menjadi pilihan yang sering saya mainkan. Tak lupa disela-sela olahraga, sesekali kita ber-selfie bersama. Hahaha (ini nih yang bikin kangen :").


Tapi ada saat yang paling dinanti oleh para siswa, yaitu saat dimana semua gadget dibagikan. Seketika itu pun saya dan teman-teman menjadi generasi "merunduk". Senin sampai jumpa kita sangat peduli dengan teman, musyawarah, bercengkrama bersama tapi saat weekend semuanya berbuah menjadi ansos wkwkwk. Gak ada peduli, pada sibuk sama hpnya sendiri, bodoo amaat! Mungkin hanya hp yang bisa jadi pelampiasan sekaligus hiburan selama masa karantina.

ELECTRICAL FUN OUTBOND

Untuk mengisi kegiatan weekend, pihak pengajaran udiklat memberikan sebuah tanggung jawab untuk angkatan saya berupa acara yang melibatkan anak-anak SD yang tinggal di sekitaran Udiklat. Acara ini diselenggarakan oleh siswa prajabatan PLN angkatan 56 udiklat pandaan. Kebetulan, ketua panitianya adalah saya. Sebuah pengalaman dan kesempatan yang luar biasa untuk saya. Oleh karena acara tersebut, akhirnya dibentuk sebuah susunan kepanitiaan. Berikut sedikit gambaran mengenai acara yang akan kita garap.

Electrical Fun Outbound adalah kegiatan outbound yang bertujuan untuk mengedukasikan siswa sekolah dasar mengenai listrik yang diproduksi oleh PLN. Sedari diri mereka dikenalkan dengan istilah-istilah dan bahaya listrik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian mereka bisa melindungi diri ketika harus melakukan aktifitas yang baku sentuh dengan peralatan listrik.
Selain itu, melalui kegiatan ini juga pln ingin menyampaikan pemahaman mengenai bahaya listrik dan K2/K3 melalui kegiatan oubound yang menyenangkan.

Alhamdulillah, kegiatan ini disambut oleh pihak sekolah dasar yang kami undang. Peserta kegiatan ini terdiri dari siswa kelas 2 SD yang berasal dari salah satu sekolah dasar di daerah dekat Udiklat PLN. Adek-adek kita sangat bersemangat dan penuh motivasi dalam kegiatan outbond ini. Meskipun kegiatan berlangsung dari pagi sampai siang, tak sedikitpun nampak wajah kelelahan dari para siswa. Justru mereka sangat antusias, berjalan sambil bernyanyi dari pos satu ke pos lainnya pada kegiatan outbond tersebut. Walau sesekali ada satu dua siswa yang sedikit nakal tapi itu tidak menjadi kendala bagi panitia. Tugas saya beserta teman-teman juga agar bagaimana kenakalan itu bisa diarahkan pada sesuatu hal yang kreatif. Berikut dokumentasi kegiatan Electrical Fun Outbond (EFO) :

Pembukaan acara 


Pos ke-1 (Mewarnai)


Pos ke-2 (Menyanyi)


Pos ke-3 (Harta karun)


Pos ke-4 (Edukasi K3 Listrik)


Pos ke-5 (Dongeng)


Pemberian hadiah + penutupan



Selain acara EFO di atas, juga ada beberapa acara lagi seperti Perayaan Tahun Baru dan Malam Perpisahan. Saya bersyukur bisa terlibat langsung dalam acara-acara tersebut. Saya bisa lebih saling mengenal teman-teman dan tau karakter mereka masing-masing. Sedih, kecewa, senang, bahagia bercampur aduk perasaan saya selama menjalani masa pembidangan ini. Kalau ditanya pengen diklat disini lagi apa gak, jawabannya ya pasti mau banget lah. Secara, makan gratis, kamar gratis, kegiatan cuman belajar dan belaaaajaaar, dapat uang saku pula. Pandaan memang yang terbaik! Pandaan heemm mantaaab!!!
Next story --> Pengalaman On The Job Training (OJT) Di PT. PLN Rayon Baubau Kota
So, gimana cerita kalian dari udiklat yang lain gaes?...


Wassalamu'alaykum Wr. Wb.

1 comments:

mantab gan, ternayata susah juga yak jadi polisi :v ane aja gk lolos tes

Reply

Post a Comment

Notes from Admin :
- Berkomentarlah sesuai dengan isi artikel
- Tidak diperbolehkan Untuk Mempromosikan Barang Atau Berjualan
- Komentar dilarang mengandung konten sara, pornografi, kekerasan, pelecehan dan sejenisnya
- Bagi Komentar Yang Menautkan Link Aktif Dianggap Spam
- Silahkan Follow Blog ini 100% saya Akan Follow back