Islamisasi Sains

Assalamu'alaykum Wr. Wb.

Apa yang terlintas dalam benak kamu, ketika kamu mendengar kata ISLAM? Apakah islam itu sebatas hanya sholat, tilawah dan puasa saja? Atau islam itu hanya belajar Al-Qur'an dan hadist saja? Oh tidaaakkkk... jangan salah kawan. Tahu gak, islam itu sempurna dan menyeluruh. Islam itu tidak hanya menganjurkan untuk belajar ilmu agama saja, tapi islam islam juga menganjurkan kita untuk mempelajari ilmu pengetahuan. Bayangkan kalo kita hanya belajar ilmu agama saja? So pasti kita akan sulit menjalani hidup ini. Begitu juga sebaliknya jika kita hanya tau soal ilmu pengetahuan maka kita akan menjadi buta, tidak punya tujuan dan tidak tahu harus melangkah kemana. Jangan salah, islam itu juga peduli sama perkembangan IPTEK. Jadi islam itu keren dan gak mau ketinggalan zaman dong !


Seperti ayat Qur'an yang pertama kali turun yakni QS. Al-'Alaq:1-5 Allah berfirman:

"Bacalah dengan menyebut nama Tuhan-mu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajarkan (manusia) dengan perantara kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya."

Nah, kawan... ternyata Al-Qur'an itu merupakan kitab yang menghimpun segala disiplin ilmu dan falsafah. Ilmu itu datangnya dari Allah sebagai tanda kemuliaan-Nya. Pengen tau buktinya? Berikut klasifikasi ilmu dan macam ilmu yang dibahasoleh Al-Qur'an, yang tentunya tidak hanya sekedar ilmu iadah saja!

a. Al-Qur'an dengan ilmu-ilmu eksak

  1. Ilmu kimia. Q.S. Al-Anbiya:30, menerangkan tentang bagaimana zat air sebagai bahan dasar hidup. Jadi nih, yang namanya belajar kimia itu gak hanya waktu kita duduk di bangku SMA saja, gak hanya belajar aksi dan reaksi saja. Tetapi ternyata di dalam Al-Qur'an pun dijelaskan
  2. Ilmu falak. Q.S. Az Zumar:5, menerangkan tentang pergantian siang dan malam
  3. Ilmu kebidanan. Q.S. Al-Hajj:5, menerangkan tentang proses kejadian manusia
  4. Ilmu kesehatan anak. Q.S. Al-Baqarah:233, menerangkan tentang penentuan lamanya seorang bayi menyusu dengan air susu ibunya (ASI)
  5. Ilmu bumi. Q.S. Al-Baqarah:164, menentukan tentang siklus air (terjadinya hujan, menumbuhkan tanaman, sungai, laut dan awan)
  6. Ilmu tumbuh-tumbuhan. Q.S. Al-Hijr:22, menerangkan tentang terjadinya penyerbukan antar tumbuhan
b. Al-Qur'an dengan ilmu sosial
  1. Ilmu politik. Q.S. An-Nisa:165, menerangkan tentang perintah kepada para pemimpin untuk menegakkan keadilan. Gak hanya Pancasila dan UUD saja kawan yang mengharuskan pemimpin itu bersikap adil, tetapi jauh sebelum itu Al-Qur'an sudah mengaturnya
  2. Ilmu keorganisasian. Q.S. Al-Hasyr:18, menerangkan tentang membuat suatu perencanaan (planning) kegiatan untuk masa yang akan datang
  3. Ilmu jiwa. Q.S. Al-Ma'rij:19-21, menerangkan tentang sifat psikologi manusia (keluh kesah dan kikir)
  4. Ilmu kebudayaan. Q.S. An-Nahl:103, menerangkan tentang bahasa Al-Qur'an adalah bahasa yang terang dan mudah untuk dipelajari. Pokoknya gak kalah deh sama bahasa-bahasa yang lain :D Q.S. Al-'Araf:137, menerangkan tentang kisah negeri-negeri yang diberkahi
Friends... You have to know

Kemunduran umat islam dalam pengembangan IPTEK

Kalau kita mau melihat, menelaah, dan berpikir ke masa silam, sebenarnya peranan umat islam dahulu begitu besar dalam pengembangan sains dan teknologi. Para ilmuan muslim lah yang merupakan pemrakarsa (pioneer) ilmu pengetahuan modern. Tapi lagi-lagi dunia barat telah mengambil alih dan mengembangkannya. Oleh karena itu kawan, sebagai calon intelektual muslim, janganlah lalai dan mengabaikan ajaran islam sementara ajaran islam sendiri sebenarnya menganjurkan untuk menguasai IPTEK.

Nah sobat, suatu kondisi yang paling memprihatinkan yang dialami umat islam seluruh dunia saat ini adalah ketertinggalan dalam permasalahan "IPTEK" dari dunia barat. Padahal, untuk kebutuhan di era canggih ini, kehadiran IPTEK dapat mempermudah dan membantu manusia dalam memahami tanda-tanda kekuasaan Allah. Akan tetapi, IPTEK yang dikembangkan oleh dunia barat tidak seluruhnya membawa rahmat, bahkan tidak sedikit yang menimbulkan bencana yang tidak terhindarkan, Terkadang tanpa kita sadari, kita telah menyerahkan diri pada peradaban yang dibangun di atas tonggak-tonggak materialistis, liberalisme, dan ideologi-ideologi yang tidak bisa dikompromikan dengan islam. Setuju gak sih? Perlu bukti? Hal ini terbukti dengan hilangnya nilai-nilai kamnusiaan, rontoknya sendi-sendi akhlak, rapuhnya mentalitas kaum terpelajar, dan sederetan krisis serta kasus yang dihasilkan oleh peradaban yang kurang mengenal nilai-nilai islam.

So, what we can do guys?

Sebagai umat islam, generasi pilihan, pantas gak sih kalo kita cuma diam dan pasrah? Tentu saja tidak! Ada beberapa alternatif dalam pemecahan masalah tersebut, baik dari segi internal maupun eksternal. Kedua faktor tersebut harus sedikit demi sedikit diperbaiki untuk mencari solusi. Nah, gimana caranya kawan?

a. Mengatasi faktor internal
  1. Jangan malas dan bosan mengkaji, memahami dan mengamalkan Al-Qur'an serta Sunnah sebagai pegangan hidup kita. Pokoknya tiada hari tanpa tilawah deh :D Kalo membaca saja malas, ogah-ogahan, gimana kita bisa paham apalagi mengamalkannya.
  2. Mencari ilmu pengetahuan (sains) dan teknologi, serta mengembangkannya. So jangan duduk manis di kos aja sob atau kayak jam bandul, kos-warteg-kampus melulu aktifitasnya. Ilmu itu harus dicari, tapi jangan coba-coba mencari ilmu hitam atau ilmu santet ya hehehe.
  3. Merenda kasih, jalin ukhuwah islamiyah! Jangan malah terpecah belah sesama umat.
  4. Saling ber-amar ma'ruf nahi mungkar yuk...
  5. Komitmen! Melaksanakan akhlak islami, pegang teguh nilai-nilainya dalam setiap ucapan dan perbuatan kita. Kalo kita suka plin-plan, gak punya komitmen, bisa-bisa gak dipercaya sama orang.
  6. Revolusi informasi, jangan ketinggalan hot news. Tetapi jangan gosip selebritis aja yang ditonton bos! Gosip IPTEK jauh lebih penting.
b. Mengatasi faktor eksternal
  1. Jangan mudah terpengaruh terhadap bangsa barat. Kita harus berupaya untuk menjinakkan musuh dengan cara-cara yang dibolehkan karena kita bukan penjahat guys hehehe
  2. Kita harus bangga terhadap agama islam dan menjadikannya acuan dalam menghadapi setiap persoalan hidup. Dijamin sobat pasti menemukan solusinya. Kalo kita gak bangga sama islam, gak cinta sama islam, gimana kita tahu apa yang harus dilakukan untuk islam, gimana kita mau berkorban untuk islam? Cinta itu kan bisa diartikan sebagai pengorbanan, kalo gak cinta gimana bisa berkorban?
  3. Setiap muslim harus menyiapkan dirinya untuk memikul kewajiban islam. So, muslim sejati itu harus punya jati diri dong. Bertubuh sehat, berakhlak mulia, berpikir intelek, beraqidah yang lurus, beribadah shahih, disiplin terhadap waktu, rapi dalam segala urusan dan bermanfaat bagi orang lain. Subhanallah... sulit amat yaahhh? Emmm, gak juga kok guys. Yang penting adalah NIAT dan MOTIVASI dari diri sendiri. Memang terkadang kebaikan itu harus dipaksakan.
So, HARI GINI GAPTEK...??? GAK BANGET LAH! BE A SMART MUSLIM GUYS!!!


Referensi: Buku Mentoring Undip

Wassalamu'alaykum Wr. Wb.

FAKULTAS KEDOKTERAN : Isyarat-isyarat kedokteran dalam islam

Assalamu'alaykum Wr. Wb.

Al-Qur’an, meskipun merupakan buku tentang akidah dan hukum, namun dalam beberapa ayatnya juga terkandung isyarat tentang ilmu kedokteran, baik itu sebagai pencegahan (preventif), usaha pengobatan (kuratif), maupun penyembuhan jiwa (psikiatri). Semua isyarat-isyarat ini tidak tampak secara jelas kecuali pada masa modern inisetelah dilakukannya beberapa eksperimen  oleh  para pakar.

Bagi kalian yang belajar di fakultas kedokteran , segala yang kalian pelajari di kampus, secara isyarat terdapat dalam Al-Qur’an. Hal ini akan lebih menguatkan iman kalian kembali tentang keajaiban dari Al-Qur’an itu sendiri. Semoga membuat kalian lebih semangat lagi dalam mempelajari dan menelitia di bidang kedokteran modern, sehingga kejayaan islam akan kembali bangkit seperti dahulu, yang telah Allah janjikan kepada kita.

Rasulullah bersabda: “Berdoalah kalian. Sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit melainkan menjadikan obat penawarnya, selain satu penyakit yaitu ketuaan”. (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)

Adanya hubungan erat antara Al-Qur’an dan Sunnah menunjukkan bahwa pengobatan yang dilakukan Nabi SAW juga merupakan bagian pengobatan dengan Al-Qur’an. Oleh sebab itu, kita akan berpedoman pada keduanya, ayat Al-Qur’an dan hadist Nabi, karena masing-masing saling memberikan indikasi, wasilah dan tujuan.

Kita bagi dalam 3 bab:
  •       Kedokteran preventif (pencegahan)
  •        Kedokteran kuratif (pengobatan)
  •       Kedokteran jiwa (psikiatri)
A.   Kedokteran preventif

Bersuci sebagai pencegahan universal
Islam adalah agama bersuci. Bersuci ini benar-benar inti di dalam ajaran islam. Dalam arti menyeluruh, bersuci adalah membersihkan badan, membersihkan pakaian, membersihkan tempat tinggal, membersihkan jalan, dan membersihkan segala sesuatu yang dipergunakan manusia dalam urusan kehidupan, juga membersihkan hati, jiwa dan perasaan. Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (Q.S. Al-Baqarah: 222)

Kita tahu bahwa istinja’ dan wudhu sangat bermanfaat bagi kesehatan. Istinja’ adalah membersihkan dua jalan setelah kencing dan buang air besar dengan menggunakan air, atau dengan batu jika tidak ada air/darurat. Dan perbuatan ini dapat mencegah infeksi saluran kencing yang diakibatkan baik oleh air kencing itu sendiri maupun kuman-kuman yang terbawa olehnya. Gejalanya dapat berupa kencing perih, kencing berdarah, dan bahkan tidak bias kencing sama sekali. Begitu juga dengan berwudhu, dengan wudhu kita bias membersihkan kulit kita dari debu dan kotoran yang menempel di kulit juga zat-zat kimia yang menempel saat kita bersentuhan dengannya. Dalam membersihkan sela jari-jari, kedokteran modern menemukan bahwa luka-luka yang tumbuh antara jari-jari akan menyebabkan kulit bengkak bernanah, dimana penyebabnya adalah kotoran di sela-sela jari tersebut.

Selain itu masih banyak lagi aktivitas bersuci yang dicontohkan baginda Rasul: bersiwak, yang kita tahu dapat mencegah terjadinya karies dentis (gigi berlubang) dan penyakit-penyakit rongga mulut lainnya.

Shalat, dari segi olahraga berarti ia menggerakkan seluruh persendian tubuh kita sehingga menghindarkan kita dari berbagai macam penyakit tulang, seperti osteoporosis, lordosis, kifosis, serta penyakit-penyakit yang menyerang tulang rawan kita. Subhanallah, belum lagi dengan perintah puasa yang diwajibkan oleh islam selama bulan Ramadhan. Puasa menghindarkan kita dari kegemukan, dan kita tahu bahwa kegemukan itu adalah sarangnya penyakit misalnya: PJK, aterosklerosis, hipertensi, serta kelainan pada saluran pencernaan lainnya.

B.    Kedokteran kuratif

Sabda Rasul: “Apabila dalam sesuatu terdapat obat (sesuatu yang dapat menyembuhkan) buat kalian atau dalam sesuatu itu terdapat obat yang lebih baik bagi kalian, maka hal itu adalah goresan membekam (cantuk), meminum madu, atau menyulut kulit dengan api. Sedangkan saya melarang umatku melakukan sulutan api (al-kai).” (HR. Imam Bukhari)

Coba lihat dan baca surat An-Nahl: 68-69. Kedua ayat tersebut telah mendorong para dokter dan peneliti untuk melakukan penelitian dan eksperimen terhadap madu lebah. Mereka mengungkapkan bahwa madu lebah mengandung sejumlah obat untuk berbagai penyakit seperti ngompol, penyakit pencernaan dan penyakit rongga pernapasan serta diabetes.

Di laboratorium Nebrew Peterfosk, Dr. Jewlab dalam penelitiannya pada anak kecil yang sakit, yaitu dengan memberi madu yang dicampurkan pada makanan mereka sehari-hari. Hasilnya, mereka lebih cepat sembuh dibandingkan dengan anak-anak yang tidak diberi madu. Dan pada anak yang diberi tambahan madu berat badannya naik dua kali lipat dari yang tidak diberi madu.

Madu dan pengobatan diabetes
Pada tahun 1939, Dr. Fatyf dari fakultas kedokteran universitas Sofia, menemukan bahwa setelah ia mengobati 36 anak dengan diabetes mereka membaik setelah diberi madu satu sendok kecil pada setiap makanan disertai aturan makan penderita diabetes.

Madu dan saluran nafas
Madu juga menjaga agar saluran pernapasan kita tetap sehat dan tidak terserang penyakit selama kita rutin meminum madu sesendok makan sejak kecil.

Madu lebah menghilangkan pembengkakan pada tonsil. Popadia dan Golad (1965) ketika melakukan studi pada 48 anak di RS Anak Kota Livov. Caranya adalah dengan melumuri tonsil yang bengkak tiga kali sehari dengan campuran madu dan penicillin. Eksperimen ini dilakukan selama dua minggu dan mendapat sukses besar.

Masih banyak lagi manfaat madu untuk menyembuhkan berbagai berbagai penyakit dan tugas kita yang belajar di fakultas kedokteran untuk menelitinya agar kita dapat lebih bersyukur dengan nikmat yang telah Allah berikan ini.

C.    Penyembuhan jiwa dengan Al-Qur’an, rukyah dan doa

Rasulullah melarang kita untuk merukyah dengan rukyah jahihyan, menggantungkan jimat, karena biasanya mereka meminta pertolongan kepada berhala.

Namun pengobatan dengan rukyah ini memiliki syarat diantaranya dengan membersihkan diri dari maksiat, tak mencampuradukkan iman dengan kedzaliman, menjaga shalat, tawakkal dan berkeyakinan bahwa setiap yang dikenai ketetapan Allah adalah kehendak-Nya, dan bila ia disembuhkan adalah karena ketetapan Allah pula.

Dalam syarat shahih Bukhari disebutkan bahwa rukyah dilakukan dengan surat Al-Muawidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas) dan lainnya dari asma Allah Azza wa Jalla merupakan usaha penyembuhan jiwa. Surat Al-Fatihah dan ayat kursi juga dapat mengobati berbagai penyakit dan membentengi kita dari gangguan jin.

Referensi: Buku Mentoring Undip

Wassalamu'alaykum Wr. Wb.
close